Beberapa minggu yang lalu, aku di tugasin bikin akun di blogger sama guru. Aku aempet blang kalau aku sudah punya akun di blogger, tapi yang aku daftar pakai akun yahoo, buan gmail. Aku salah, harusnya daftar pakai gmail. Guru ngga' mau tau, pokoknya aku harus punya akun di blogger pakai gmail. Terpaksa aku bikin lagi. Nambah satu deh akunku. Awalnya berat banget, aku ngga' mau pindah-pindah akun atau punya banyak akun. Nanti malah di kira teroris. Hahaha...
Temen-temen yang awalnya belum punya mereka enjoy banget. Yaa, walau ada beberapa yang sudah punya, tapi mereka santai banget. Aku galau lagi, mau tutup akun yg ini terus mindahin semua data yang sudah aku tulis apa harus berbagi perhatian pada keduanya.
Keduanya jelas berbeda, akun baru vasilitasnya bener-bener enak karena langsung nyambung sama google. Sedangkan yang ini ngga' bisa nyambung ke google karena memang daftarnya ngga' pakai akunnya google. Ternyata setelah di coba daftar ulang, akhirnya bisa join di google dengan akun yahoo. Engga terlalu beda sih sama akun gmail. Mungkin ada beberapa fasilitas yang ngga' bisa di nikmati karena bukan asli akun google. Tapi sementara waktu aku coba nikmati dulu dan tetap nulis di blok ini juga. Karena bagaimanapun blog ini adalah awal dimana aku mempelajari dan mulai menuliskan tentang diriku lalu mempublikasikannya di depan umum. So, never gonna change my love for you Hahahaha :D
( Ini akun kedua ku : aisaputri35.blogspot.com --> unjungi juga yee.. ^^
Senin, 22 Oktober 2012
Jumat, 12 Oktober 2012
Hari ini, kamu lewat lagi.. ^^
Aku bercerita panjang lebar tentang ksmu pada sahabat-sahabatku. Mereka sangat tertarik mendengarnya. Mereka ingin melihat wajahmu, sampai-sampai mereka berkunjung ke rumahku.
Sepulang sekolah kami akan belajar kelompok di rumahku. Tepat sekali, hari ini adalah hari Jum'at kami pulang lebih cepat dari biasanya. Begitu sampai di rumah, kami langsung menata buku-buku di lantai, seperti karpet dari buku. Banyak dan berserakan.
Beberapa menit kami beradu agrumentasi tentang materi yang telah kami terima, konsentrasi kami buyar oleh suara orang yang berjalan. Tidak satu, dua, atau tiga.. tapi banyak. Suaranya seperti ini... Srek..Srekk.. Srekk!!
Salah seorang temanu mengatakan, "Waktunya orang pulang jum'atan!"
Teringat akan seseorang, segera aku menengok ke arah pintu yang memang dari tadi terbuka. Tarrraaaaaa ......!!!!
"Mas Alim!" kataku pelan sambil tersenyum lebar.
"yang mana mel??"
"iya yang mana???" tanya teman-temanku berebut.
Aku menengok ke arah teman-temanku dengan mata berbinar-binar, "yang pakai baju koko biru, sarung kotak-kotak putih dan peci putih."
Tanpa perintah, mereka langsung berlari keluar untuk melihat bagaimana wajah si pembawa kedamaian. Aku meneriaki mereka dari dalam, "jangan di panggil lo! Awas kalian!"
"benar, orangnya terlihat alim" kata salah seorang temanku.
"Ganteng lagi, mel."
"Hidungnya mancung. Pas.."
"pas apanya ??" sambungku
"pas sama wajahnya. hehehe"
"Tapi orangnya ngga tinggi-tinggi banget"
"iya sih, tapi segitu juga sudah bagus" kataku tak mau mengalah.
Setelah acara pengenalan yang sangat aneh itu, mereka tak henti-henti menggodaiku. Sesekali aku mengelak kemudian tersenyum lebar.
"Hah.... lega sekali hatiku! Melihatmu di tengah terik mentari cukup membuatku merasa sejuk. Kau memang si pembawa kedamaian. " ucapku dalam hati.
Ini kali pertama teman-temanku melihatmu. Pendapat mereka baik tentangmu. Pengagummu bertambah, tak hanya aku tapi juga teman-temanku, mas.
(*teruntuk kamu mas yang aku kagumi: Hatiku selalu berdetak kencang saat melihatmu lewat di depan rumahku atu saat ita bertemu di suatu tempat. ~ Mas Alim ~*)
Sepulang sekolah kami akan belajar kelompok di rumahku. Tepat sekali, hari ini adalah hari Jum'at kami pulang lebih cepat dari biasanya. Begitu sampai di rumah, kami langsung menata buku-buku di lantai, seperti karpet dari buku. Banyak dan berserakan.
Beberapa menit kami beradu agrumentasi tentang materi yang telah kami terima, konsentrasi kami buyar oleh suara orang yang berjalan. Tidak satu, dua, atau tiga.. tapi banyak. Suaranya seperti ini... Srek..Srekk.. Srekk!!
Salah seorang temanu mengatakan, "Waktunya orang pulang jum'atan!"
Teringat akan seseorang, segera aku menengok ke arah pintu yang memang dari tadi terbuka. Tarrraaaaaa ......!!!!
"Mas Alim!" kataku pelan sambil tersenyum lebar.
"yang mana mel??"
"iya yang mana???" tanya teman-temanku berebut.
Aku menengok ke arah teman-temanku dengan mata berbinar-binar, "yang pakai baju koko biru, sarung kotak-kotak putih dan peci putih."
Tanpa perintah, mereka langsung berlari keluar untuk melihat bagaimana wajah si pembawa kedamaian. Aku meneriaki mereka dari dalam, "jangan di panggil lo! Awas kalian!"
"benar, orangnya terlihat alim" kata salah seorang temanku.
"Ganteng lagi, mel."
"Hidungnya mancung. Pas.."
"pas apanya ??" sambungku
"pas sama wajahnya. hehehe"
"Tapi orangnya ngga tinggi-tinggi banget"
"iya sih, tapi segitu juga sudah bagus" kataku tak mau mengalah.
Setelah acara pengenalan yang sangat aneh itu, mereka tak henti-henti menggodaiku. Sesekali aku mengelak kemudian tersenyum lebar.
"Hah.... lega sekali hatiku! Melihatmu di tengah terik mentari cukup membuatku merasa sejuk. Kau memang si pembawa kedamaian. " ucapku dalam hati.
Ini kali pertama teman-temanku melihatmu. Pendapat mereka baik tentangmu. Pengagummu bertambah, tak hanya aku tapi juga teman-temanku, mas.
(*teruntuk kamu mas yang aku kagumi: Hatiku selalu berdetak kencang saat melihatmu lewat di depan rumahku atu saat ita bertemu di suatu tempat. ~ Mas Alim ~*)
Rabu, 03 Oktober 2012
Hitamku.. Aku rindu!
Aku betengah hati bersamamu!
Aku ingin si hitamku kembali!
Bagaimana kabarnya sekarang?
Apa power girl masih setia bersamanya?
Bagaimana dengan cerita-cerita yang aku titipkan padanya?
Apa ada orang lain yang membacanya?
atau sudah di buang bersih??
Hitamku.. Manisku... Power Girl..
Aku RINDU!
Aku ingin baca buku cerita yang aku titipkan padanya
Aku ingin bersama denganya SELALU!
(Untuk: si Hitam dan Power Girl yang dahulu setia bersamku. Aku mencintaimu:*)
Aku ingin si hitamku kembali!
Bagaimana kabarnya sekarang?
Apa power girl masih setia bersamanya?
Bagaimana dengan cerita-cerita yang aku titipkan padanya?
Apa ada orang lain yang membacanya?
atau sudah di buang bersih??
Hitamku.. Manisku... Power Girl..
Aku RINDU!
Aku ingin baca buku cerita yang aku titipkan padanya
Aku ingin bersama denganya SELALU!
(Untuk: si Hitam dan Power Girl yang dahulu setia bersamku. Aku mencintaimu:*)
I stopped !!
Kali ini aku benar-benar melihatmu bersama dia
Tertawa bersama.
Menyakitkan rasanya
Persepsiku tentang kepribadianmu yang alim berubah
Hari ini aku melihatmu berbeda
Mungkin karena waktu yang membuatku lupa bagaimana dirimu
atau memang waktu yang membuatmu berubah sejauh ini
Baiklah! Aku menyerah!
Jujur saja aku tak suka ddenagan dirimu yang baru saja aku temui
Dan janji itu... Anggap saja tak pernah kau buat!
Aku tak kan menunggu!!
Tertawa bersama.
Menyakitkan rasanya
Persepsiku tentang kepribadianmu yang alim berubah
Hari ini aku melihatmu berbeda
Mungkin karena waktu yang membuatku lupa bagaimana dirimu
atau memang waktu yang membuatmu berubah sejauh ini
Baiklah! Aku menyerah!
Jujur saja aku tak suka ddenagan dirimu yang baru saja aku temui
Dan janji itu... Anggap saja tak pernah kau buat!
Aku tak kan menunggu!!
Rabu, 15 Agustus 2012
Ibu... maafkan
Hari kedua tanpanya disisiku.
Masih sulit ku percaya dengan keadaan ini.
Semenjak kepergiannya malam itu
Aku masih bertanya-tanya apakah harus kugantikan dengan yang lain
atau aku harus bertahan dengan keadaan ini.
Rasa bersalah pada Ibu tak kunjung hilang.
Hatiku bertambah pilu ketika Ibu bilang "tidak apa-apa nak, ikhlaskan saja!"
Ibu.. kenapa Ibu begitu tenang menghadapinya?
Sementara aku masih merasa bersalah karenanya.
22bulan 15hari yang lalu Ibu membawakannya untukku.
Aku sempat menolak dan tak ingin menggunakannya.
Kemudian Ibu bercerita bagaimana Ibu mendapatkannya
barulah aku mau menggunakannya dan akan menjaganya.
Tapi sekrang aku menghilangkannya.
Karena kecerobohanku dan ketidakhati-hatianku, dia hilang.
Handphoneku berpindah tangan ke tangan orang yang tak bertanggung jawab.
Hadiah dari Ibu beberapa bulan yang lalu raib dibawa copet.
Kemudian Ibu berjanji akan menggantinya dengan yang baru.
Oh Ibu.. Haruskah kau yang menggantinya?
Maafkan aku tidak benar-benar menjaga amanahmu.
Masih sulit ku percaya dengan keadaan ini.
Semenjak kepergiannya malam itu
Aku masih bertanya-tanya apakah harus kugantikan dengan yang lain
atau aku harus bertahan dengan keadaan ini.
Rasa bersalah pada Ibu tak kunjung hilang.
Hatiku bertambah pilu ketika Ibu bilang "tidak apa-apa nak, ikhlaskan saja!"
Ibu.. kenapa Ibu begitu tenang menghadapinya?
Sementara aku masih merasa bersalah karenanya.
22bulan 15hari yang lalu Ibu membawakannya untukku.
Aku sempat menolak dan tak ingin menggunakannya.
Kemudian Ibu bercerita bagaimana Ibu mendapatkannya
barulah aku mau menggunakannya dan akan menjaganya.
Tapi sekrang aku menghilangkannya.
Karena kecerobohanku dan ketidakhati-hatianku, dia hilang.
Handphoneku berpindah tangan ke tangan orang yang tak bertanggung jawab.
Hadiah dari Ibu beberapa bulan yang lalu raib dibawa copet.
Kemudian Ibu berjanji akan menggantinya dengan yang baru.
Oh Ibu.. Haruskah kau yang menggantinya?
Maafkan aku tidak benar-benar menjaga amanahmu.
Senin, 06 Agustus 2012
Aku beruntung sekali:)
Ibu.. Kasihmu tersalurkan lewat tanganmu..
Ibu bekerja setiap hari, memasak , membersihkan rumah..
Tapi tangan ibu masih tetap halus, bahkan sangat lembut..
Aku selalu ingin di belai dg tangan itu..
Aku selalu ingin dipeluk dg tangan itu..
Ibu.. Betapa mulianya engkau..
Wanita terhebat yg pernah kutemui adalah engkau..
Tangan terhalus adalah tanganmu..
Wajah yg paling cantik adalah wajahmu..
Aku beruntung memiliki ibu seperti Ibuku :)
Ibu bekerja setiap hari, memasak , membersihkan rumah..
Tapi tangan ibu masih tetap halus, bahkan sangat lembut..
Aku selalu ingin di belai dg tangan itu..
Aku selalu ingin dipeluk dg tangan itu..
Ibu.. Betapa mulianya engkau..
Wanita terhebat yg pernah kutemui adalah engkau..
Tangan terhalus adalah tanganmu..
Wajah yg paling cantik adalah wajahmu..
Aku beruntung memiliki ibu seperti Ibuku :)
Jumat, 27 Juli 2012
Salah Kelas! #MALU!!
Hari ini kegiatan les english sudah mulai aktif. Aku tadi datang terlalu cepat 30'. Kelasnya sendiri di mulai jam 18.15, sedangkan aku datang jam 17.45. Sebagai murid baru aku engga mau dong ngasih image jelek tentang pribadiku, sekalipun harus ada yang di tutupi. Hihiihihi :D
Rasanya datang 30' lebih awal di kelas baru tuh engga enak banget! Bosen doang isinya! Untung tadi belum buka, jadi bisa sambil makan biar ngilangin bosennya, yaa.. Biarpun buka cuma pakai roti isi engga harus stop bilang Alhamdulillah dong? Bersyukur itu wajib, biar engga kufur nikmat!
Bicaranya kok kayak penceramah yaa ?? Hehehe...
Selesai makan aku buka buku harian sekolahku. Niatnya sih buat ngingetin ada pe-er apa besok. Engga lama satu orang datang. Dia masuk kelas yg isinya cuma aku dan bangku-bangku sambil senyum, tanpa di suruh dan tanya dia langsung duduk di sebelahku. Dia kelihatan jauh lebih muda dari aku.
Eh, setelah ditanya bener dugaanku! Dia masih 12 tahun. Namanya Tia. Duh.. Temen sekelas di les-an seusia anak smp. Terus datang lagi deh anak seusia Tia. Khawatir bakal jadi yang tertua di kelas, tapi tenang deh nanti pasti ada yg datang lg. Fiuh... Relax.....
Lama nunggu, dan akhirnya mentor yg datang, pupus deh harapan buat engga jadi yg tertua di kelas. Bayangkan tiga orang siswa ditambah seorang mentor berbadan besar. Feeling rada engga enak, soalnya sekelas sama anak kecil-kecil. Baru lulus esde.
Waktu mentor bagi paketnya satu per satu, perasaan makin engga enak. Pas paket sudah di tangan, aku buka deh tuh isi paket. TARRRRAAAAAA...... Isinya materi esde ke esempe. O.M.G !! Aku salah masuk kelas! Lebih spesifiknya salah pilih kelas!! Bodo! Bodo! Bodo! (mukul jidad)
Setengah jam, sejam berlalu. Materi yg aku dapat sama persis seperti waktu aku kelas enam esde dulu. Dengan dua orang rekan les yg masih unyu-unyu itu di bantu mentor cantik berbadan besar, aku belajar ulang deh materi beberapa tahun yg lalu. Rada sebel sih, tapi netralisir aja deh biar engga kelihatan bosen banget.
Satu setengah jam berlalu. Si mentor mengakhiri les. Waktunya pulang. Eitzz.. Mampir dulu deh ke meja kepala lembaga. Aku ngomong panjang lebar tentang keganjilanku di kelas baruku itu di depan keplem dan mentorku. Mentor nyaranin aku masuk ke kelas 2, bukan 1. Tapi keplem nyaranin aku boleh coba di kelas 2 sama 3, setelah tau metode pembelajaran dan materinya, nanti aku pilih yg lebih cocok buat aku. Oke setuju banget sama saran keplem. Masalah paket yaa harus beli lagi, engga mungkin tuker paket. Mau tuker sama siapa coba ?? Kalau ada jg mana boleh ??
Oke, masalah ini selesai. Besok dan lusa aku mulai masuk di dua kelas itu. Bismillah aja deh, masalah temen yg enak atau engga, that's noprob! Yg terpenting sekarang materinya! Inget sudah kelas 3, harus lebih bisa dong. Pokoknya lulus nanti nilainya harus lebih bagus kuadrat dari semester kemarin.
Amiin... Tapi masih ada satu yg ngeganjel. MALU. Itu!
Udah yaa, besok cerita lagi kalau sudah masuk di kelas 3. Bingung yaa, kenapa lompat ke-3 dulu baru ke-2 ?
Karena kelas 3 jadwal les hari kamis, sedangkan kelas 2 jadwalnya hari sabtu.
Terserah deh paham apa engga, yg penting gitu ceritanya.
Hahaha.. Maksa banget yaa :D
Sudah yaa, mau isya'an dulu, tadi belum.
Byee.....:*
Rasanya datang 30' lebih awal di kelas baru tuh engga enak banget! Bosen doang isinya! Untung tadi belum buka, jadi bisa sambil makan biar ngilangin bosennya, yaa.. Biarpun buka cuma pakai roti isi engga harus stop bilang Alhamdulillah dong? Bersyukur itu wajib, biar engga kufur nikmat!
Bicaranya kok kayak penceramah yaa ?? Hehehe...
Selesai makan aku buka buku harian sekolahku. Niatnya sih buat ngingetin ada pe-er apa besok. Engga lama satu orang datang. Dia masuk kelas yg isinya cuma aku dan bangku-bangku sambil senyum, tanpa di suruh dan tanya dia langsung duduk di sebelahku. Dia kelihatan jauh lebih muda dari aku.
Eh, setelah ditanya bener dugaanku! Dia masih 12 tahun. Namanya Tia. Duh.. Temen sekelas di les-an seusia anak smp. Terus datang lagi deh anak seusia Tia. Khawatir bakal jadi yang tertua di kelas, tapi tenang deh nanti pasti ada yg datang lg. Fiuh... Relax.....
Lama nunggu, dan akhirnya mentor yg datang, pupus deh harapan buat engga jadi yg tertua di kelas. Bayangkan tiga orang siswa ditambah seorang mentor berbadan besar. Feeling rada engga enak, soalnya sekelas sama anak kecil-kecil. Baru lulus esde.
Waktu mentor bagi paketnya satu per satu, perasaan makin engga enak. Pas paket sudah di tangan, aku buka deh tuh isi paket. TARRRRAAAAAA...... Isinya materi esde ke esempe. O.M.G !! Aku salah masuk kelas! Lebih spesifiknya salah pilih kelas!! Bodo! Bodo! Bodo! (mukul jidad)
Setengah jam, sejam berlalu. Materi yg aku dapat sama persis seperti waktu aku kelas enam esde dulu. Dengan dua orang rekan les yg masih unyu-unyu itu di bantu mentor cantik berbadan besar, aku belajar ulang deh materi beberapa tahun yg lalu. Rada sebel sih, tapi netralisir aja deh biar engga kelihatan bosen banget.
Satu setengah jam berlalu. Si mentor mengakhiri les. Waktunya pulang. Eitzz.. Mampir dulu deh ke meja kepala lembaga. Aku ngomong panjang lebar tentang keganjilanku di kelas baruku itu di depan keplem dan mentorku. Mentor nyaranin aku masuk ke kelas 2, bukan 1. Tapi keplem nyaranin aku boleh coba di kelas 2 sama 3, setelah tau metode pembelajaran dan materinya, nanti aku pilih yg lebih cocok buat aku. Oke setuju banget sama saran keplem. Masalah paket yaa harus beli lagi, engga mungkin tuker paket. Mau tuker sama siapa coba ?? Kalau ada jg mana boleh ??
Oke, masalah ini selesai. Besok dan lusa aku mulai masuk di dua kelas itu. Bismillah aja deh, masalah temen yg enak atau engga, that's noprob! Yg terpenting sekarang materinya! Inget sudah kelas 3, harus lebih bisa dong. Pokoknya lulus nanti nilainya harus lebih bagus kuadrat dari semester kemarin.
Amiin... Tapi masih ada satu yg ngeganjel. MALU. Itu!
Udah yaa, besok cerita lagi kalau sudah masuk di kelas 3. Bingung yaa, kenapa lompat ke-3 dulu baru ke-2 ?
Karena kelas 3 jadwal les hari kamis, sedangkan kelas 2 jadwalnya hari sabtu.
Terserah deh paham apa engga, yg penting gitu ceritanya.
Hahaha.. Maksa banget yaa :D
Sudah yaa, mau isya'an dulu, tadi belum.
Byee.....:*
Langganan:
Komentar (Atom)


