Rabu, 15 Agustus 2012

Ibu... maafkan

Hari kedua tanpanya disisiku.
Masih sulit ku percaya dengan keadaan ini.
Semenjak kepergiannya malam itu
Aku masih bertanya-tanya apakah harus kugantikan dengan yang lain
atau aku harus bertahan dengan keadaan ini.

Rasa bersalah pada Ibu tak kunjung hilang.
Hatiku bertambah pilu ketika Ibu bilang "tidak apa-apa nak, ikhlaskan saja!"
Ibu.. kenapa Ibu begitu tenang menghadapinya?
Sementara aku masih merasa bersalah karenanya.

22bulan 15hari yang lalu Ibu membawakannya untukku.
Aku sempat menolak dan tak ingin menggunakannya.
Kemudian Ibu bercerita bagaimana Ibu mendapatkannya
barulah aku mau menggunakannya dan akan menjaganya.

Tapi sekrang aku menghilangkannya.
Karena kecerobohanku dan ketidakhati-hatianku, dia hilang.
Handphoneku berpindah tangan ke tangan orang yang tak bertanggung jawab.
Hadiah dari Ibu beberapa bulan yang lalu raib dibawa copet.
Kemudian Ibu berjanji akan menggantinya dengan yang baru.

Oh Ibu.. Haruskah kau yang menggantinya?
Maafkan aku tidak benar-benar menjaga amanahmu.

Senin, 06 Agustus 2012

Aku beruntung sekali:)

Ibu.. Kasihmu tersalurkan lewat tanganmu..
Ibu bekerja setiap hari, memasak , membersihkan rumah..
Tapi tangan ibu masih tetap halus, bahkan sangat lembut..
Aku selalu ingin di belai dg tangan itu..
Aku selalu ingin dipeluk dg tangan itu..
Ibu.. Betapa mulianya engkau..
Wanita terhebat yg pernah kutemui adalah engkau..
Tangan terhalus adalah tanganmu..
Wajah yg paling cantik adalah wajahmu..
Aku beruntung memiliki ibu seperti Ibuku :)